3 Hari Di Seminari Mertoyudan

   Salam sejahtera untuk kita semua. Kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya selama mengikuti PSB Seminari Mertoyudan 2018-2019 kemarin.
   
   Saya berangkat dari Cirebon, Jawa Barat pada hari Rabu, 24 Januari 2018 pukul 08.30 dengan kendaraan travel Rama Sakti. Saya dan ayah saya menempuh perjalanan selama kurang lebih 8 jam. Kami sampai Magelang pada pukul 5 sore dan menginap di Hotel Catur, yang kebetulan jaraknya tidak terlalu jauh dari seminari. 

   Keesokan harinya, kami berjalan kaki menuju seminari selama 10 menit. Kompleks asrama Seminari Mertoyudan cukup luas, sekitar 6 hektar. Hampir di semua area ditumbuhi pohon-pohon yang sangat rindang. Kami mendaftar ulang di depan teras. Lalu kami masuk ke dalam seminari untuk kegiatan lebih lanjut. 

   Lalu para kandidat dijamu oleh berbagai makanan di sebuah refter, dan mengikuti rangkaian acara yang telah dipersiapkan oleh para Angelus (panitia). 

   Kami mengikuti tes wawancara dari berbagai pewawancara, tes akademik yang terdiri dari Bahasa Indonesia, Matematika dan Bahasa Inggris. Lalu kami semua tidur pada pukul 10 malam. 

   Keesokan harinya kami melanjutkan tes wawancara bagi kandidat-kandidat yang belum melakukan wawancara, tes intelegensi yang diselenggarakan oleh pihak UKDW (Universitas Kristen Duta Wacana) dan yang paling menyenangkan adalah menonton film bersama. Para kandidat bersama para Angelus menonton film tahun 2016 "Central Intelligence" oleh Dwayne Johnson di sebuah bangsal pada pukul 21.30 sampai setengah 11 malam.

   Hari terakhir, kami mengikuti tes fisik yang mengharuskan kami berlari maraton 50 meter dan mengelilingi lapangan sepak bola dan dilanjutkan dengan olahraga bersama. Seluruh rangkaian acara ditutup pada pukul 14.00 dengan doa bersama dan pengembalian barang titipan.

   Kami para kandidat berterimakasih kepada para Angelus yang dengan sabar membimbing kami dalam berbagai acara yang telah dipersiapkan. Kami belajar banyak tentang kehidupan di seminari dan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh para seminaris Mertoyudan Magelang. Kami pun bisa belajar hidup mandiri dengan melakukan berbagai kegiatan sendiri, seperti mencuci dan membersihkan lingkungan. Tak lupa kami juga mengucap syukur kepada Tuhan YME atas kuasanya yang telah mengetuk pintu hati kami supaya berani menjawab panggilan-Nya untuk menjadi imam dan seorang gembala yang baik yang menggiring dombanya ke rumput yang hijau. Kami merasa senang bisa belajar banyak. Semoga para pembaca pun merasakan apa yang kami rasakan dengan melakukan hal-hal baik dalan hidup yang fana ini. Salam sejahtera untuk kita semua.

   
   

Comments

Popular Posts